Sabtu, 01 Oktober 2011

Our love diary part 8

“hyung apa tadi kau bermain games di laptopku? Apa kau juga mengesave file video di laptopku?” tanyaku di sms. Tidak berapa lama kemudian kyuhyun hyung membalas
“ohh taemin-ahh ya benar aku bermain games di laptopmu, mianhe gara-gara aku baterai laptopmu habis. Dan video itu ya benar, aku yang mendownloadnya karena saat kau meninggalkan laptopmu kau belum me-log out e-mailmu dan aku lihat video-video itu sepertinya kau sedang melihatnya dan belum selesai melihatnya jadi, aku pikir aku harus mengesavenya. Mianhe aku belum meminta maaf tadi dan izin karena saat aku ingin izin kau sedang tampil dan saat aku ingin bilang aku memainkan laptopmu aku sedang tampil di panggung dan saat aku mau minta maaf super junior harus tampil di acara lain jadi aku tidak sempat. Mianhe” balas kyuhyun hyung
“hyung gamsahamnida, aku memang mau berniat melanjutkan menonton video itu dan belum selesai. Jeongmal gamsahamnida kau telah men-savenya hyung annyong!” balasku kembali
“ohh tentu. Kapan-kapan bawa kembali laptopmu aku ingin memainkan permainan baru di laptopmu.” Balas kyuhuyun hyung
“ya, tentu saja” balasku kembali. Setelah itu aku mengirim video pertamaku kepada Won Gi seperti yang dia tulis di atas. Hal itu aku juga merasakan hal yang sama seperti Won Gi yaitu tidak pernah aku lupa, dimanapun aku berada, kapanpun, dan dalam keadaan apapun.
            Malam itu aku tidak tidur aku menghabiskan malamku untuk melihat semua video-nya. Ini benar-benar hal yang luar biasa, aku tidak merasakan capai dan lelah sedikitpun justru sebaliknya aku merasa bahagia karena aku mendengar cerita-ceritanya yang sangat menarik. Aku tertawa, merasakan sedih, dll. Aku merasa seperti sudah mengenalnya beberapa tahun yang lalu sejak melihat video itu.
             Keesokan harinya pada pagi hari key hyung membangunkanku.
“ya, taemin-ahh bangun ini sudah pagi, apa kau tidak ke sekolah?” kata key hyung membangunkanku
“ohh ya sebentar lagi aku bangun.” Kataku dengan masih setengah tidur
“ppali, dan setelah itu bangunkan onew hyung untuk bangun juga”kata key hyung
“ohh arasso!” kataku menuruti
“setelah itu aku bangun dan mandi setelah mandi aku membangunkan onew hyung yang masih tidur. Hyung bangun! Ini sudah jam berapa?” kataku membangunkan onew hyung yang sama sekali tidak bergerak
“HYUNG!! PPALI” teriakku sambil menarik selimut yang membungkus tubuh onew hyung
“ HYUNG, hari ini key hyung memasak banyak ayam. Kita akan sarapan dengan ayam. Jika kau tidak bangun ayammu akan aku habiskan” kataku berbohong
“MWO? JEONGMAL? OK AKU AKAN KE BAWAH SEKARANG!” kata onew hyung langsung loncat dari tempat tidurnya. Dan setelah dia tahu aku berbohong dia sangat kesal kepadaku hahaha.
               Dia membuatku sangat semangat sekolah untuk belajar bahasa inggris, aku tidak tahu kenapa aku hanya merasakan aku ingin sekali dekat dengannya, di sisinya dan terus bersamanya walaupun dia hanya fans-ku. Dan keinginanku sedikit tercapai, kita semakin dekat walaupun hanya sebatas hubungan fans dan idola. Tetapi aku tidak menganggap seperti itu aku menganggap dia orang yang sangat dekat denganku. Kita sering berbagi cerita setiap hari, itu tidak menggangguku setiap hari, dan tidak merasakan lelah sama sekali. Justru aku merasa energiku kembali lagi setelah aku mengirim video dan menerima video darinya. Suatu hari aku dan shinee hyung di panggil ke kantor SM untuk membicarakan sesuatu.
“annyonghaseo” kata kami serempak saat membuka pintu ruang bos kami.
“aku mempunyai proyek besar untuk kalian kita akan bekerja sama untuk membangun kesukseskan kita bersama entertainment lain.” Kata boss kami menjelaskan
“ya, itu sangat baik” kata onew hyung sebagai leader
“ya aku setuju” kataku menyetujui
“begini proyeknya di sini yang berperan adalah taemin” kata boss ku
 “naega?” tanyaku
“ya, kau. Proyek kita begini kau harus dekat dengan suzy miss A, seakan-akan kalian pacaran tetapi kalian tidak mengklarifikasi benar atau tidaknya berita tersebut. Teman-teman yang lain juga harus mengatakan tidak tahu apa-apa. Dengan begitu fans akan mencari tahu tentang kalian dan ini akan meningkatkan popularitas kalian” jelas boss ku
“kundei ini tidak akan menyakitkan untuk para shawol?” tanyaku
“jangan pikirkan itu justru mereka akan membantumu menaikkan popularitasmu.” Jelas boss ku
“kundei harus aku? Kenapa harus aku?” tanyaku kembali
“karena saat ini kaulah yang sangat cocok karena kau masih kecil jadi peran ini cocok untukmu” jawab boss ku.
“sudahlah sekarang kau pergi dan cepat buat foto dengan suzy. Dia segera sampai ke sini sebentar lagi” pinta bos ku.
“ohh arasso” kataku
              Di luar shinee hyung seperti mencoba menghiburku karena mereka melihat mukaku yang sangat terpaksa.
“sudahlah taemin ini akan segera berakhir dan setelah berakhir kita bisa merasakan dampak positifnya untuk kita semua” hibur Jong Hyun hyung
“ya benar kau lihat ini sama seperti proyek snsd noona dan super junior hyung dulu skandal mereka sama seperti ini kan? Dan kau lihat akhirnya mereka sangat terkenal di dalam negeri maupun luar negeri” hibur min ho hyung
“kundei, aku ingin cerita kepada kalian sesuatu yang membuatku berat untuk melakukan ini” kataku
“apa itu?” tanya onew hyung
“kita duduk sebentar di bangku itu ya!!” kataku menunjuk sebuah bangku dekat pintu masuk
“begini beberapa lalu sudah cukup lama aku sering saling berbagi mengirim video dengan salah satu shawol di Indonesia” kataku mulai bercerita
“video? video apa? Apa.. video..?” tanya key hyung menatapku dengan tidak biasa
“anio bukan video seperti itu, ini video tentang menceritakan kegiatan kita sehari-hari dan semuanya. Kalian ingat saat aku telat ke panggung?” kataku
“ya, aku ingat” kata hyung-hyung ku
“sebenarnya itu gara-gara aku melihat video-videonya yang telah di kirim sangat lama. Aku melihat video-videonya yang dia kirimkan. Video itu berisi cerita hidupnya sehari-hari, dan aku tertarik sampai sekarang aku masih berhubungan dengannya. Aku merasa sangat bahagia saat melihat videonya rasa lelah pun hilang saat melihat video itu. Dan aku.. aku takut dia menjauh dariku setelah melihat foto-fotoku dengan suzy miss a. Aku benar-benar takut” kataku
“kau takut? Kau bilang dia shawol, jika dia benar-benar shawol dia akan selalu denganmu. Kau jangan terlalu takut” kata Jong Hyun hyung
“apa kau menyukainya?” tanya key hyung
“suka? Anio hubunganku hanya sebatas fans dan idola dengannya” jawabku
“jika hanya sebatas itu kenapa kau takut dia jauh darimu?” tanya min ho hyung
“takut? Aku juga takut kehilangan kalian. Apa itu aku berarti aku menyukai kalian?” tanyaku
“itu beda, rasa sukamu dengan kami dan dia” kata Jong Hyun hyung
                    Tiba-tiba suzy datang
“annyonghaseo oppa!!” katanya menyapa kami yang sedang berbincang-bincang
“annyonghaseo!!” kata kami serempak
“wuuuaahhh kau tampak cantik sekali hari ini!!” puji Jong Hyun hyung
“jeongmal? Gomawo” kata suzy
“ok sepertinya foto di sini bagus juga, suzy kau duduklah di sebelah taemin dan kita mulai foto” kata assisten suzy. Lalu kita berfoto
                Keesokan harinya pada malam hari aku dan Won Gi mengirim video dan kita membahas tentang video tersebut. Kita sedikit bertengkar pada malam itu. Aku mengerti ini semua adalah salah ku juga maka dari itu dia marah. Aku ingin sekali menjelaskan padanya yang sebenarnya terjadi bahwa foto itu bukan keinginanku. Tapi aku tidak bisa, karena aku sudah berjanji pada bos ku. Tidak beberapa lama kemudian min ho hyung menyuruhku menemui bos ku. Katanya ada yang ingin dibicarakan
“annyonghaseo” sapaku saat memasuki ruangannya di sana juga ada suzy
“ya taemin-aah duduklah” pintanya!!
“kerja kalian sangat bagus!! Terbukti sekarang berita ini semakin memanas haha dan kalian harus memanfaatkan situasi ini!” kata boss ku
“gomawo, tetapi maksudmu memanfaatkan?” tanya suzy
“kalian harus membuat foto kalian yang lebih dekat, ehm bagaimana jika kalian berciuman?” usul boss ku
“MWO? Kundei bukankah ini sudah melewati batas?” tanyaku
“tidak. Sepertinya tempat ini bagus juga bagaimana jika kalian foto di sini, dan nanti berita yang tersebar adalah kalian berpacaran di ruanganku agar tidak terlihat orang” jelas boss ku
“maaf tetapi aku tidak bisa, aku tidak bisa melakukan ini” kata boss ku
“WAE? Kau harus melakukan ini jangan mementingkan dirimu sendiri, pikirkan groupmu, perusahaan ini, dan group suzy” teriak boss ku
“aku tidak bisa menjelaskannya, yang jelas aku tidak ingin melakukan ini bukan karena aku memikirkan diriku sendiri, aku memikirkan para fans-ku mereka akan terluka” kata ku mencoba menjelaskan
“SUDAH KU BILANG JANGAN MEMIKIRKAN HAL ITU KEMBALI, JIKA KAU MENOLAK AKU AKAN MENGELUARKANMU DARI SHINEE” teriak boss ku. Tiba-tiba Onew hyung datang

Our love diary part 7

Part 7 : Taemin pov              
                       Aku lee taemin, penulis diary ini adalah salah satu orang yang telah memberiku sesuatu yang baru, dia orang yang yang sangat baik, tidak. Bahkan lebih baik dari yang dibayangkan. Aku orang yang  akan melanjutkan menulis diary ini setelah lebih dari 3 tahun dia tidak menulisnya. Awal aku bertemu dia (bertemu secara tidak langsung) lewat video yang dia kirimkan, aku merasa sangat kaget bahwa ada fans yang mengirim video kepadaku. Aku melihat dia mengirimkan lebih dari 100 video. Tanggapanku saat melihat video dia yang pertama adalah “wuuuaaahhh dia bahkan lebih muda dariku dan sepertinya dia orang polos” komentarku saat pertama melihat video pertama Won Gi. Dan aku lalu penasaran dan memulai membuka videonya yang ke-2, ke-3 hingga video yang ke-20. Sebenarnya aku ingin melanjutkan menonton tetapi tiba-tiba kyuhyun hyung menghampiriku di ruang make-up.
“kau di sini rupanya, kau tidak tahu bahwa Shinee harus tampil? dan karena tidak ada kau, penampilan kalian di gantikan oleh snsd terlebih dahulu. Taemin-ahh cepatlah pergi hyungmu di Shinee mencarimu kemana-mana bahkan kru dan lee teuk hyung ikut mencarimu. Kau tahu muka Jong Hyun sudah sangat marah dan kesal. Cepatlah pergi jangan membuat mereka lebih marah.” Kata kyuhyun hyung mengingatkan
“ahh celaka aku harus cepat pergi, habislah aku di marahi hyung-hyung ku.” Kataku dengan wajah takut
“kau bahkan bukan hanya dimarahi tapi mungkin kau akan di goreng oleh Jong Hyun lalu diberikan kepada Onew untuk dimakan” kata kyuhyun hyung menakutiku
“ahh kau ini hyung, aku pergi dulu” kataku dan langsung lari ke belakang panggung untuk segera tampil.
              Di sana semua orang sangat terlihat hawatir, terutama key hyung dan mereka memarahiku saat aku sampai.
“ahh aku datang ayo kita ke atas panggung para shawol telah meneriakkan nama kita” kataku tanpa bersalah
“yaa kau dari mana saja? Kau tidak tahu kita sangat khawatir, Taemin-ahh kita sangat khawatir kau tahu?” teriak Jong Hyun hyung yang membuatku sangat takut
“mianhe hyung aku tidak akan melakukannya lagi” kataku dengan nada takut
“sudahlah Jong Hyun yang penting sekarang dia sudah sampai ayo kita tampil dan memberikan yang terbaik” kata onew hyug bijak.
             Setelah itu kita tampil dengan lagu terbaru kita yaitu lucifer dan hello. para  shawol berteriak karena penampilan kami. Tiba-tiba terbenakku terlintas “seandainya dia ada di sini melihat penampilanku” dan saat itu pertama kalinya aku memikirkan orang lain saat aku sedang tampil. Selesai kita tampil aku cepat-cepat menghampiri hyung-hyungku dan meminta maaf.
“hyung aku minta maaf soal tadi, aku benar-benar lupa waktu mianhe” kataku dengan rasa bersalah bersalah dan takut
“sudahlah aku sudah melupakan, tapi kau harus berjanji tidak akan mengulangnya” kata Jong Hyun hyung
“ya aku janji hyung, gomawo” kataku dengan tersenyum lega
“kau membuat kita-benar-benar khawatir tadi, terutama key hyung dia sangat khawatir. Taemin-ahh kau bisa membayangkan wajah khawatirnya? Seperti ini (Min Ho hyung menirukan muka khawatir key hyung) Aura eommanya keluar hahahahaha” kata minho hyung tertawa puas
“ya minho awas kau” kata key hyung mengancam
“kundei Taemin-ahh aku juga sangat marah padamu, kau tahu apa yang ada di pikiranku?” tanya onew hyung
“tidak” jawabku
“apa itu?” tanya hyungku yang lain serempak
“aigoo mengapa taemin melakukan ini? Jika dia semakin lama ditemukan semakin lama aku memakan ayamku. Aigoo taemin cepatlah kembali” kata onew hyung mengingat
“hahahahahahahahahahahahaha” kita semua tertawa
“kundei apa yang membuatmu hilang?” tanya Jong Hyun hyung
“eomo, aku meninggalkan laptopku di ruang make up” ingatku
“laptop?” tanya min ho hyung
“hyung aku ada di ruang make up jika kau mencariku” teriakku sambil berlari menuju ruang make up.
                     Saat sampai ruang make up aku melihat ada yesung hyung dan heechul hyung sedang berbincang-bincang dan tertawa terbahak-bahak.
“annyong hyung” sapaku
“ohh taemin, kau sudah tampil?” tanya heechul hyung
“ya sudah” kataku sambil mengambil laptopku
“yaa yesung lalu saat aku tidak sengaja megompol di bangku saat aku tidur di dorm waktu itu, kau ingat?” tanya heechul hyung kepada yesung hyung
“ohh ya, lalu kibum menduduki bangku itu untuk menonton TV” jawab yesung hyung
“ya benar saat aku ke toilet untuk mandi dan membersihkan tubuhku kibum mendudukinya dan dia sangat marah ketika aku beritahu hahahahaha” kata heechul hyung tertawa terbahak-bahak
“seharusnya kau memberi tanda peringatan yang bertuliskan CAUTION, WET CHAIR begitu pasti dia mengerti hahahahahaha” kata yesung hyung tertawa terbahak-bahak
“ahh aku kangen super junior saat masih 13 orang” kata heechul hyung
“ohh taemin wae kudei? Kenapa kau membolak-balik laptop itu?” tanya yesung hyung
“ini tidak bisa menyala padahal tadi baterainya masih setengah” kataku
“ohh ya aku ingat tadi saat aku ke sini kyuhyun sedang main games dengan laptopmu mungkin karena itu bateraimu habis” kata heechul hyung
“aaahhhh kyuhyun lagi, dia sepertinya tidak boleh melihat games nganggur, kau belum apa-apa waktu itu laptop ku rusak karena dia ingin main games dan mengisi password laptopku dengan ngasal dan akhirnya ke blokir. Apa mulai sekarang kita harus menulis di belakang punggungnya AWAS AKU GAMES MANIAC” kata yesung hyung
“kenapa kita tidak lakukan??” usul Heechul hyung
“ok lets go” kata yesung hyung berdiri keluar mengajak heechul hyung
“ahh ottohke kyuhyun hyung kenapa dia memainkan? apa dia tidak tahu aku mempunyai sesuatu yang penting? Bagaimana aku membalas video itu kalau aku saja tidak membawa chargerku?” Gerutuku kesal
          Tiba-tiba Shinee hyung datang ke ruang make up. Jong hyun hyung menelepon Shin Sae Kyung noona, onew hyung makan ayamnya, key hyung duduk di depan kaca sambil memperbaiki penampilannya, dan min ho hyung tiduran di sofa yang tadi di duduki yesung dan heechul hyung (aku berharap min ho hyung tidak mengalami kejadian seperti kibum hyung yang diceritakan yesung hyung dan heechul hyung tadi hahahaha), dan aku sibuk memegang laptopku.
“ahh jonghyun hyung enak sekali ada waktu untuk menelepon seseorang sekarang, karena cinta rasa capai pun hilang.” Keluh key hyung sambil membenarkan rambutnya di depan kaca
“ya sepertinya tanpa cinta pun rasa capai bisa hilang” tambah min ho hyung sambil melihat onew hyung yang sedang makan ayam
“yaa taemin, aku tahu itu laptop barumu tapi kenapa kau memegangnya terus?” tanya min ho hyung
“ahh bateraiku habis gara-gara kyuhyun hyung memainkannya.” Kataku dengan nada kesal
“ya sudah cepat isi baterainya, setelah itu selesai masalahnya” kata key hyung
“aku tidak bawa charger, ahh ottohke?” keluhku
“ya sudah saat pulang nanti kau bisa langsung isi baterai kan?” kata key hyung
“iyaa tapi aku takut nanti saat pulang lupa” kataku
“memang kau mau gunakan untuk apa laptopmu itu?” tanya onew hyung
“membuat pesan video” kataku dengan nada lebih kesal
“ahh kau ini, kau sudah mengirim ribuan video ke Emma, lalu hanya karena itu kau kesal?” tanya key hyung
“ahh aku tidak ada waktu untuk menjelaskan itu, awas hyung aku ingin tidur” kataku sambil mendorong min ho hyung yang sedang tidur di sofa.
“ahh kau ini apa-apaan sih?” tanya min ho hyung kesal
               Tidak lama kemudian aku dan yang lain pulang ke dorm. Saat sampai depan dorm aku langsung lompat dari dalam mobil dan mengambil charger laptopku. Sambil mengisi baterai aku membuka laptop ku. Lalu di dekstopku ada file berjudul taemin oppa. Dan ternyata file itu berisi video-video yang dikirim Won Gi.
“ohh ini video-video yang telah dikirim Won Gi tadi siapa yang mengesavenya?” tanyaku heran
“apa kyuhyun hyung?” kataku mengira-ngira. Lalu aku sms kyuhyun hyung

Our love diary part 6

    Malam harinya dia mengirim pesan 3G. Tetapi aku tidak menjawabnya, aku takut hatiku akan kembali sakit saat aku melihat dirinya. Aku takut aku membencinya, aku menahan diriku untuk tidak mencintainya dan tidak membencinya. Dan tidak beberapa lama kemudian dia mengirim pesan video kepadaku.
“Won Gi-ahh neo eodiso? Apa kau sedang sibuk? Apa yang sedang kau lakukan? Aku benar-benar tidak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang”
Tanpa aku sadari air mataku mulai jatuh kembali saat membaca itu. Di hatiku aku mengatakan “oppa mianhe, aku melakukan ini semua untuk kebaikanku dan kebaikanmu. Aku tidak ingin hatiku terluka dan membencimu.”
               Setelah malam itu aku tidak berani membuka e-mailku. Seminggu kemudian aku memberanikan diri membuka e-mailku karena sejujurnya aku kangen dengan oppa. Tidak disangka dia banyak mengirim video kepadaku menanyakan kabarku dan menceritakan tentang aktivitasnya. Dan aku ingin sekali membalasnya tetapi aku berusaha menahan diriku. Dan akhirnya aku menerima sebuah pesan 3G dari e-mail Jong Hyun oppa. Aku tidak berani membukanya karena aku tahu itu ada hubungannya dengan Taemin oppa. Keesokan harinya saat aku sedang di sekolah aku menerima pesan 3G dari seseorang bernama Teri dan aku membukanya betapa terkejutnya aku saat tahu bahwa itu adalah Taemin oppa
“Won Gi-ahh akhirnya kau jawab juga. Ini aku, kau kemana saja kenapa tidak  pernah membalas pesan videoku?” tanyanya
“oppa aku sedang sibuk belakangan ini, jadi aku tidak membuka e-mailku” jawabku
“jeongmal? Tetapi kenapa kau sempat membuka pesan 3G ini?” tanyanya kembali
“ohh aku.. aku sedang mengerjakan tugas dan aku melihat pesanmu jadi aku membukanya?” kataku berbohong
“jeongmal?” tanyanya
“jeongmal, oppa aku harus segera pergi dan aku harus mengerjakan tugasku yang lain.” Kataku menghindarinya
“janggaman, nanti malam kau bisa memberitahuku apa saja yang kau lewati hari ini” pintanya
“ya aku akan sempatkan” jawabku
“jeongmal? Kau tidak berbohong” tanyanya meyakinkanku
“Apa aku pernah melanggar janji?” tanyaku menyindirnya
“ohh kudei kau tidak pernah melakukan itu. Baiklah aku akan menunggu nanti malam” katanya dengan wajah lemas
                Malamnya aku membalas pesan videonya aku benar-benar gemetar membalas video tersebut. Dan aku membalasnya dengan nada cepat
“oppa annyong, hari ini aku sangat capai karena harus mengerjakan tugas yang banyak belakangan ini. oppa aku sudah membaca pesanmu, aku sudah katakan aku tidak marah. Annyong!!!”
                Tidak beberapa lama kemudiandia membalasnya dengan sangat marah dan benar-benar membuatku lemas saat itu
“WON GI KAU MARAH BUKAN? KENAPA KAU TEGA MELAKUKAN INI PADAKU? KENAPA? KAU TIDAK TAHU SETIAP HARI AKU MENUNGGUMU MEMBALAS LALU KAU TIDAK MENJAWABNYA, AKU MENCOBA BERSABAR. KAU TIDAK TAHU RASANYA MENUNGGU SESEORANG TANPA KEPASTIAN BUKAN? WON GI-AHH KU MOHON LAKUKAN APA SAJA SESUKAMU ASAL KAU MEMAAFKANKU. CEPAT BALAS JIKA TIDAK AKU TIDAK AKAN PERNAH MENGANGGAPMU SHAWOL”
                    Aku sangat sedih saat melihaat itu, aku tidak percaya dia bisa seperti itu. Aku tahu aku juga salah. Aku hanya bisa duduk di bangku ku dan memutar video lamaku dengannya hingga 2 jam kemudian aku mengirim pesan 3G kepadanya
“Won Gi annyong, akhirnya kau membalas pesan ku” katanya dengan muka bahagia
“oppa kau marah? Oppa mianhe jika kau marah padaku. Oppa aku tahu rasanya menunggu seseorang tanpa kepastian itu sangat menyakitkan, benar-benar sangat sakit. Apa kau benar-benar ingin melakukan apa saja yang mengurangi kemarahanku?” tanyaku
“ya apa saja. Katakanlah” katanya bersungguh-sungguh
“nan.. nan hanya ingin kau jujur satu hal padaku. Kau akan jujur?” tanya ku
“ya aku janji akan menjawab dengan jujur” katanya dengan sangat sungguh-sungguh
“foto itu.. benar kau dengan suzy eonni?” tanyaku
“Won Gi-ahh..” katanya
“oppa hanya ini yang bisa membuatku sedikit tenang. Kumohon jawab” kataku memohon
“Won Gi... ya benar itu aku. Mianhe kundei Won Gi-ahh..” katanya terpotong
“oppa itu sudah cukup, kau tidak perlu mengatakan apa-apa lagi aku akan berusaha tidak marah lagi. Apa kau sudah puas? Apa aku boleh menjadi shawol selamanya” kataku memotong pembicaraannya dengan air mata yang sudah membanjiri pipiku
“Won Gi mianhe membuatmu menangis” katanya dengan rasa bersalah
“oppa apa aku boleh menjadi shawol kembali?” tanyaku dengan mengusap air mataku
“ya tentu kau boleh menjadi shawol selamanya dan kau boleh berhenti kapan saja, Won Gi lakukan apa yang kau suka. Jangan ada paksaan. Arasso??” kata oppa dengan mata yang berkaca-kaca
“arasso.” Kataku dan langsung mengakhiri pembicaraan kita
                 Setelah itu aku mencoba menghentikan tangisanku, tetapi aku tidak bisa. Benar-benar tidak bisa... aku berusaha tidak mengeluarkan suara tangisanku dengan menutup mulutku dengan keras sampai aku merasa tidak bisa bernafas. Dadaku terasa kembali sesak. Seharusnya aku tidak perlu mengirim pesan 3G padanya. Aku tahu aku benar-benar sangat bodoh, di dunia ini akulah manusia paling bodoh. Setelah itu, itu adalah terakhir kalinya aku berhubungan dengan Taemin oppa karena aku tidak ingin melakukan kesalah yang sama lagi di kemudian hari.
                      Keesokan harinya aku menerima kartu ujian untuk UAN karena tiga hari kemudian aku harus melewati ujian. Aku ingin sekali menceritakan ini kepada Taemin oppa. Tetapi aku menahan perasaan tersebut. Hingga 3 hari kemudian aku menerima UAN aku sangat bersyukur kepada ALLAH S.W.T aku bisa melewati UAN dengan sangat baik. Lalu 2 minggu kemudian aku melihat hasil UAN, aku sangat tegang saat itu dan ternyata aku lulus ujian dan mendapat nilai yang sangat bagus, bisa dikatakan sempurna. Aku benar-benar sangat senag. Lalu kepala sekolahku memanggilku datang ke ruangannya
“Wonn Gi selamat kau telah melakukan pekerjaan yang sangat bagus. Terima kasih telah mengharumkan nama sekolah kita, sekarang sekolah kita ada di peringkat 1 se-jakarta .” ucap kepala sekolah
“gamsahamnida pak. Aku juga sangat senang aku masih tidak percaya ini hahaha” kataku dengat sangat senang
“ohh ya aku punya hadiah untukmu” kata kepala sekolah mengambil sebuah kertas di dalam lacinya
“songmul?” tanyaku heran
“ini dia, aku mendengar kau sangat korean maniac jadi sebagai ucapan selamat dan terima kasih ku aku memberi kau hadiah ke korea dan di sana kau bisa menginap dan makan gratis aku telah mempersiapkan untukmu” jelas kepala sekolah dengan meyodorkan tiketnya kepadaku
“jeongmal?” tanyaku
“ya tentu saja” jawab kepala sekolah
“pak aku sangat berterima kasih. Sangat sangat berterima kasih, sekarang perasaanku benar-benar meledak karena bahagia. Terima kasih pak” kataku dengan sangat bahagia dan meninggalkan kantor kepala sekolah.
            Keesokan harinya aku mentraktir teman-temanku di sebuah mall atas perayaan nilaiku dan sekaligus perpisahan kita. Aku mengajak Jo Eun, Eun Yoo, Sae Joon, dan Soo Young. Sebenarnya Yoona juga aku ajak tetapi dia tidak bisa karena hari itu dia ada acara merayakan anniversary yang ke 9 bulan bersama Rain. Aku sedikit kecewa tetapi tidak apa jika itu terbaik untuknya. Saat di sana aku mengajak teman-temanku menonton bioskop. Saat menonton aku tertawa terbahak-bahak sebenarnya bukan karena filmnya yang lucu justru saat itu adalah adegan sedih, ini karena Soo Young dan Jo Eun yang melawak. Tiba-tiba Soo Young mengatakan hal yang saat itu aku tidak ingin dengar
“bayangkan aku adalah Taemin oppa apa yang akan kau lakukan?” tanyanya padaku
“Taemin oppa?” tanyaku
“apa lagi yang di lakukan wanita dan pria remaja saat menonton bioskop?” kata Jo Eun dengan arti di balik omongannya
“kau ini, pikiranmu sangat kotor” kataku.
Saat itu aku berkata di dalam hati
“jika sampingku saat ini Taemin oppa akan sangat bahagia”
          Setelah itu kita pergi ke salah satu restoran korea di sana di putar lagu 2pm. Aku dan yang lain mencobakan kimchi dan itu tidak sesuai dengan lidahku dan yang lain kecuali Sae Joon. Aku tidak suka karena aku memang tidak suka sayuran tetapi ada satu makanan korea yang sangat aku suka yaitu To bakk ki (kalau tidak salah). Di sana di sediakan papan tulis dan terserah kita boleh menulis apa saja. Disana aku menulis “aku berharap bisa bertemu Taemin oppa dan pergi bersama ke namsan tower. KIM WON GI LOVE LEE TAE MIN” begitu tulisanku, aku menulis dengan huruf hangul. Teman-temanku yang lain juga menulis tentang idolanya.
               Selesai makan kita pergi ke tempat album korea, wuuuahhh rasanya aku dan yang lain ingin membeli semua kecuali Soo Young dia tidak tertarik sama sekali dengan korea. Saat aku dan yang lain sedang di toko kaset tiba-tiba aku melihat seseorang namja berlari sangat kencang dan temannya mengejarnya.
“hey ada apa itu?” tanyaku
“mungkin pencopet” kata Soo Young
“huss kau kalau ngomong tolong dijagga, ini mall mana ada pencopet. Kau kira ini pasar” kataku
“terus apalagi?” tanya Soo Young
“sepertinya namja itu sangat sedih dan sedang mengejar seseorang” kata Eun Yoo
“jangan sok tahu seperti dukun, dukun saja tidak tahu sepertimu” nasihat Soo Young
“hey tadi aku melihat namja yang lari pertama mengeluarkan air matanya, dan yang di belakang mengejarnya memanggil namanya untuk menunggu. Aku tidak mendengar jelas namanya sepertinya dia dari luar negeri.” Jelas Eun Yoo
“kasihan namja itu” kataku
                  Setelah puas aku dan yang lain memutuskan untuk pulang, dan aku tertabrak namja yang tadi berlari. Dia bahkan tidak minta maaf dia terus berlari dengan air mata, aku tidak sempat melihat wajahnya tetapi aku melihat matanya yang sedang menangis. Dan sepertinya aku mengenal mata itu. Sudahlah itu tidak penting.
                  Keesokan harinya aku pergi ke bandara dan di sana aku merasakan akan benar-benar pisah selamanya dengan teman-temanku, aku  di temani dengan Jo Eun, Sae Joon, Soo Young, dan Yoona.
“ahh jeongmal gomawo chingu telah mengantarku hari ini” kataku berterima kasih
“hey, jagalah dirimu baik-baik di sana. Jangan lupa makan kimchi kau harus banyak makan sayuran karena di sana cuacanya sangat dingin” nasihat Sae Joon. Lalu aku memeluknya
“gomawo, aku akan berusaha memakan itu” kataku
“ingatlah aku jika kau sedang sedih, dan sering hubungi kita” nasihat Soo Young memelukku
“arasso, itu adalah salah satu obat kesedihanku” kataku dengan mata berkaca-kaca
“mianhe, kemarin aku tidak sempat datang di acara perayaanmu, mianhe jeongmal mianhe.” Kata Yoona
“kuncanayo” kataku
“beri aku pelukan” pintanya lalu aku memeluknya erat
“Rain orang yang baik, jangan pernah menyia-nyiakannya, arasso” nasihatku
Dan terakhir aku melihat mata Jo Eun berkaca-kaca lalu aku memeluknya sambil menagis.
“Jo Eun-ahh....” kataku
“hey, jangan pernah lupakan kami. Arasso?” pintanya
“jaga dirimu baik-baik” kataku
“harusnya aku yang mengatakan itu, ini adalah perjalananmu yang paling jauh, kau bahkan tidak tahu persis jalan rumahmu.” katanya.
“ya kau benar haha, gowawo untuk semuanya” kataku dengan berlinang air mata kebahagiaan
             Saat aku akan naik pesawat aku duduk untuk melanjutkan diaryku ini sebelum aku kembali dari Kor-Sel. Dan aku memberikannya pada mereka.
“Ini bawalah lihatlah video dan diaryku di dalamnya. Maaf aku terpaksa berbohong” kataku dan berlari menuju pesawatku

Our love diary part 5

Malam harinya aku mengirim video kepadanya.
“oppa annyong, oppa fotomu telah beredar di Indonesia dan bahkan sebagai shawol aku masih tidak percaya ini. kundei kuncanayo, aku sudah janji akan terus menjadi shawol selamanya. Oppa aku akan berdoa semoga kau dengan suuzy eonni bahagia selamanya”
                   Setelah itu aku menunggu sejam kemudian dia tidak membalasnya, dan aku terus mengirim video dengan harapan dia segera membalasnya.
“oppa apa kau sibuk sekarang? Oppa kau dimana? Mungkin kau benar-benar sibuk sekarang. Baiklah aku akan mengirim video padamu besok. Oppa aku berharap kau segera membalasnya.”
                    Aku tetap tidak bisa meninggalkannya, aku terus menunggu dia membalas pesanku. Hingga 2 jam kemudian aku menerima sebuah pesan 3G dari e-mail taemin oppa. Aku benar-benar bahagia saat aku menerima itu. Tetapi ternyata itu adalah onew oppa dan key oppa.
“annyonghaseo. Neo Won Gi-ahh?” kata onew oppa dan key oppa
“an.. annyonghaseo ne, Kim Won Gi imnida” kataku dengan sedikit gagap karena aku sangat senang
“ohh jadi kau Kim Won Gi? Taemin sudah cerita banyak tentangmu kepada kami” kata key oppa
“jeongmal?” tanyaku
“ya benar. Won Gi kau shawol bukan?” tanya onew oppa
“ya tentu. Apa Taemin oppa tidak memberi tahu? Aku benar-benar suka kalian” kataku
“kalau begitu menurut pendapatmu aku dan key mana yang lebih tampan?” tanya onew oppa
“aaiissshhh kau ini bertanya dengan pertanyaan yang tidak berbobot. Jangan keluarkan jurus Onew condition mu sekarang!!” kata key oppa kesal
“kundei Won Gi bahasa koreamu cukup bagus, tetapi kenapa kau sering memakai bahasa inggris saat berbicara dengan Taemin?” tanya key oppa
“tidak bahasa koreaku tidak begitu bagus, aku hanya bisa sedikit-sedikit. Dengan Taemin oppa? Ohh karena saat aku pertama kali mengirim video kepadanya aku belum terlalu bisa berbahasa korea jadi aku memakai bahasa inggris. Dan sampai sekarang kita keterusan hahaha” kataku
“aahhh itu bagus, pantas saja taemin sering datang awal saat di sekolahnya ada pelajaran bahasa inggris. Dan sekarang dia sangat antusias jika ada tulisan dalam bahasa inggris.” Kata onew oppa
“hahaha jeongmal?” tanyaku
“jeongmal. Kundei Won Gi kau menunggu taemin bukan?” tanya key oppa
“ne, aku menunggunya hahaha. Oppa kau tahu taemin oppa dimana?” tanyaku
“taemin? Dia sedang ada proyek date dengan suzy di bioskop sekarang” kata key oppa
“aiiissshhh kau ini, tidak Won Gi mereka hanya jalan sebatas teman” kata onew oppa sambil menutup mulut key oppa.
“date? Jeongmal? Wuuuuuuaaaahhh itu sangat bagus. Lalu kenapa kalian hanya berdua di dorm? Jong Hyun oppa dan Min ho oppa eodi?” tanya ku
“Jong Hyun sedang date dengan Shin Sae Kyung lalu Min Ho sedang PDKT dengan krystal” kata onew oppa dan langsung menutup mulutnya
“PDKT? Hahaha mereka sangat cocok, aku berharap mereka benar-benar pacaran” kataku dengan sangat senang
“Won Gi-aahh kau bisa menjaga rahasia bukan? Aku minta kau menjaga rahasia ini. arasso?” mohon Onew oppa
“ne, arasso” kataku
“aaahhh anak baik, bagaimana kau begitu imut saat mengatakan arasso?” puji key oppa
“haha gomawo. Mungkin karena umurku yang masih muda jadi kalian melihatku seperti sangat imut. Padahal aku tidak seimut yang kalian katakan. Seperti Taemin oppa karena dia yang paling muda di SM semua orang mengatakan dia paling imut bukan?” kataku
“Taemin? Imut? Aaahh itu hanya orang lain saja yang matanya sedang sakit. Padahal dia tidak imut hahahahahaaha” kata onew oppa bercanda
“Won Gi umurmu berapa?” tanya Key oppa
“naega? Aku baru berumur 14 tahun” jawabku
“berarti kau kelahiran 1996 dan Taemin 1993. Berarti kalian beda 3 tahun. Umur kalian tidak begitu jauh” kata Onew oppa sambil menghitung
“ya benar sekali” kataku
“kalian cocok juga, aku sangat mendukung jika Taemin mempunyai Yeoja chingu sepertimu” kata Key oppa
“aaahh tidak bisa” jawabku
“wae? Kau punya namja chingu?” tanya Onew oppa
“anio, itu karena kita sangat berbeda. Aku tidak bisa bersamanya karena perbedaan kita sangat jauh. Lagi pula Taemin oppa sudah memiliki Suzy eonni. Aku tidak boleh mencintai seseorang yang sudah memiliki seseorang” jelasku
“perbedaan? Ahh kalian berbicara hal yang sama, lagi-lagi perbedaan. Won Gi kau harus jawab jujur pada kami, apa hatimu mencintainya?” tanya onew oppa
“tentu aku menyukainya karena dia biasku” jawabku
“Won Gi yang aku tanyakan bukan kau. Tetapi hatimu, apa hatimu mencintainya?” tanya Onew oppa
“nae maumi... nae maumi... bergetar saat melihatnya. Tetapi aku sadar aku tidak bisa memilikinya. Jadi aku mulai menahan perasaanku. Oppa jangan katakan ini kepada Taemin oppa” kataku memohon
“kudei. Cukup untukku tahu ini, Won Gi jangan pernah mendengarkan kata orang-orang bahwa kalian berbeda. Aku tahu letak kesamaan kalian” kata Onew oppa
“eodi???” tanyaku
“aku tidak bisa mengatakan sekarang. Mianhe” kata onew oppa
“aaiissssshhh lagi-lagi cinta. Jika Taemin benar-benar jadian dengan Won Gi hanya kita berdua yang masih single. Ahhhh benar-benar menyebalkan kita harus lumutan menunggu seorang puteri cantik dari sebuah kerajaan meminta tolong kita mengambil hatinya” keluh Key oppa
“kenapa kalian menunggu? Kenapa kalian tidak mencarinya? Bukankah kalian pangeran yang harus mencari putri itu? Kenapa puteri cantik itu yang harus memberi tahu dan menunggu? Kenapa kalian tidak berusaha tanpa dia beri tahu? Jika kalian berusaha pasti puteri itu akan menunggu kalian.” kataku memberi nasihat
“ya kau benar” kata key oppa
              Tiba-tiba terdengar suara Taemin oppa mengatakan dia sudah pulang dan mencarai Key oppa dan Onew oppa.
“ya, Taemin sudah datang. Won Gi janggaman aku akan menyuruhnya segera ke sini” pinta Onew oppa
“oppa aku harus segera tidur. Besok aku akan mengambil nilai bernyanyi sambil bermain piano. Sampaikan salamku untuk oppa yang lain. Sampai di sini saja. Terima kasih untuk malam ini sudah menemaniku. Daa” kataku dengan terburu-buru
                Setelah itu aku menutup laptopku dan aku agak sedikit merasa sakit di hatiku karena aku mendengar sendiri bahwa oppa mempunyai date dan melupakanku. Tetapi rasa sakit itu sudah tidak begitu sakit karena aku sudah berbicara dengan biasku yang lain yaitu Onew oppa dan Key oppa.
               Keesokan harinya aku latihan di ruang musik bersama teman-teman kelasku untuk pengambilan nilai bermain musik dan bernyanyi. Dan Eun Yoo sibuk memainkan laptopku untuk mencari kunci gitar lagu Shining Star. Tiba-tiba Eun Yoo menghampiriku dan mengatakan bahwa aku menerima pesan 3G dari seseorang bernama Taemin oppa.
“Won Gi kau menerima pesan 3G dengan nama Taemin oppa. Siapa ini beraninya mengaku Taemin oppa?” kata Eun Yoo
“ohh Taemin oppa? Ohh itu.. itu oppaku. Aku mengganti nama e-mailnya menjadi Taemin oppa semalam, ya benar seperti itu. Aku permisi sebentar untuk menerima ini” kataku berbohong dan pergi ke kelasku. Sampai di kelas aku membuka pesan 3G itu dan aku kira itu Onew oppa atau Key oppa karena semalam mereka memakai e-mail Taemin oppa untuk 3G denganku.
“ohh oppa annyonghaseo” kataku dengan bersemangat
“Won Gi annyong!!!!” tiba-tiba Taemin oppa muncul
“opp.. oppa annyong” kataku dengan nada tidak begitu semangat
“Won Gi semalam kau menungguku? Mianhe membuatmu menunggu. Aku tidak akan membuatmu menunggu lagi. Aku janji” kata Taemin oppa bersungguh-sungguh
“oppa mianhe aku harus segera kembali ke ruang musik karena sedikit lagi aku akan tampil untuk mengambil nilaiku” kataku dengan berusaha menghindarinya
“Won Gi janggaman, kau harus tetap membawa laptopmu ke ruang musik karena aku ingin sekali melihat penampilanmu” kata Taemin oppa
“andwe oppa, jika aku membawa ini mereka akan tahu jika kita berhubungan” kataku menolaknya
“kuncanayo, kau bisa menaruh laptopmu di suatu tempat yang mereka tidak bisa lihat tetapi aku bisa melihatmu. Ku mohon biarkan aku melihat penampilanmu, kali ini saja” kata Taemin oppa memohon
“baiklah aku akan coba” kataku menyetujuinya karena aku melihat wajahnya yang benar-benar ingin. Lalu aku kembali ke ruang musik dan aku meminta tolong kepada Jo Eun untuk memegang laptopku dengan arah meghadapku tanpa ketahuan orang lain. Aku menyuruh Jo Eun karena dia tidak begitu peduli dengan sekelilingnya dan dia duduk di bagian yang tidak terlalu terlihat oleh orang lain.
“Jo Eun tolong pegang ini aku akan segera tampil, tolong hadapkan ini kepadaku jangan sampai orang lain tahu, karena aku sedang merekamnya untuk kenang-kenangan. Dan kau tidak boleh menggerakkan posisinya sedikitpun. Arasso?” pintaku dengan sedikit khawatir
“ohh, arasso” jawabnya dengan santai. Dan tidak beberapa lama kemudian namaku di panggil dan aku membawakan lagu BAD OPPA dari SNSD. 
                Lagu itu menggambarkan suasana hatiku saat itu dan beruntungnya karena situasi tersebut aku bisa dengan mudah terbawa dalam lagu itu, bahkan aku hampir tidak bisa menahan air mataku.
               Setelah lagu itu berakhir teman-temanku bertepuk tangan dan mereka meberikan pujian padaku. Setelah itu aku menghampiri Jo Eun untuk mengambil laptopku dan dia memujiku juga. Setelah mendapatkan laptopku aku izin kepada guruku untuk kembali ke kelas dan segera kembali. Lalu aku mendapat izinnya.
                Sampai di kelas aku kembali berbicara dengan Taemin oppa.
“oppa sudah melihatnya?” tanyaku
“ohh, aku sudah melihatnya. Kau membawakan BAD OPPA?” tanyanya dengan nada sedih
“ya aku membawakan lagu Bad Oppa” jawabku
“kenapa memilih lagu itu?” tanya kembali Taemin oppa
“aku ingin membawakannya” jawabku
“ohh kudei? Permainanmu tadi sungguh bagus” pujinya
“gomawo oppa” jawabku
“aku harus segera tampil juga. Nanti malam aku akan menghubungimu lewat 3G.” Katanya
“oppa, jangan membuat janji yang tidak bisa kau tepati. Aku mungkin nanti malam tidak bisa karena aku harus menyelesaikan tugas sekolah” kataku
“Won Gi... kau marah?” tanya Taemin oppa
“marah? Tidak. Kenapa aku harus marah?” tanya ku balik
“kau marah karena semalam aku tidak bisa mengirim video kepadamu karena aku jalan dengan suzy?”tanyanya kembali
“tidak. Apa hakku marah? Itu hakmu. Ohh ya aku lupa aku harus mengucapkan selamat kepadamu telah mendapatkan yeoja chingu. Chukkae oppa” kataku
“Won Gi-ahh” kata Taemin oppa memanggilku
“oppa kita sampai sini saja aku harus kembali ke ruang musik annyong!!!” kataku


Our love diary part 4

                Malam harinya aku mengirim video untuk Taemin oppa
“oppa annyong, gomawo jeongmal gomawo kau telah membalas pesanku. Jujur saat aku pertama melihat,  jiwaku seperti melayang ke surga hahaha aku benar-benar senang.  Oppa aku tidak pernah membayangkan ini sebelumnya setiap aku mengirim video aku hanya berharap kau bisa membaca salah satu videoku. Tetapi ternyata kau membaca beberapa? Jeongmal? Oppa dan kau membalasnya? Aaahhh jeongmal haengbok chigum. Ohh ya aku akan berjanji padamu akan menyembunyikan tentang ini. Kau tenang saja, lagi pula aku juga sudah berjanji kepada orang yang memberi alamat e-mailmu ini untuk tidak memberitahu siapapun. Aku janji padamu!! Ohh ide ini aku dapat karena aku mendengar kau sering mengirim video kepada Emma Watson, jadi tiba-tiba aku mendapat ide ini haha. oppa baiklah aku akan sering mengirimkan video tentang pengalamanku, kundei oppa apa ini tidak mengganggu aktivitasmu? Oppa annyong aku harus belajar nilai try out kemarin rata-rata ku kira-kira 7. Aku sangat sedih :’( haha kundei chigum kuncanayo karena oppa telah sangat menghiburku dengan video yang telah oppa berikan”
                     Setelah itu setiap hari kita sering berbagi cerita, aku menceritakan kehidupanku sehari-hari dan taemin oppa juga menceritakan kehidupannya. Kita membicarakan segala hal dari hobi, fobia, hingga cita-cita. Cerita kita sering membuat tertawa satu sama lain dan terkadang sedih ataupun kecewa.
“Won Gi kau punya cita-cita?” kata video yang dikirimkan oppa saat itu
“tentu ada aku ingin sekali sekolah di korea selatan atau Jepang dan menjadi dokter. Oppa?” Balasku
“tentu aku juga punya aku punya cita-cita. Pertama aku bercita-cita menjadi pilot, lalu aku bercita-cita menjadi nelayan tetapi ternyata aku mabuk laut, mungkin memang aku di takdirkan untuk menyanyi. Jadi cita-citaku sekarangg menjadi penyanyi yang benar-benar terkenal oleh semua orang. Kau ingin ke korea? Aku juga punya cita-cita jika aku mempunyai seseorang yang aku cintai aku ingin sekali pergi dengannya ke namsan tower. Kau tahu namsan tower? jika cita-citamu terwujud kau harus ke sana dan beri tahu aku, aku pasti meluangkan waktu untuk menemanimu.” Cerita Taemin oppa
“namsan tower? Ohh aku sering melihat gambarnya dan mendengar tentang itu. Oppa itu sangat bagus. Aku benar-benar ingin ke sana, jika aku ke korea pasti aku akan pergi ke sana. Oppa ingin menemaniku? Gomawo” kataku
 Sampai akhirnya aku benar-benar semakin suka padanya. Dia telah memberi harapan kepadaku. Aku merasa tidak ada lagi perbedaan waktu, tempat, bahasa, dll diantara kita. Aku terkadang tersadar bahwa kita sebenarnya sangat berbeda dan sulit di satukan seperti yang orang-orang katakan. Suatu hari aku mendapat berita di twitter bahwa telah beredar foto mesra taemin oppa dengan Suzy miss A. Aku sangat cemburu saat melihatnya dan mengirim video pada Tae Min oppa.
“oppa annyong, oppa aku baru saja melihat foto kau bersama Suzy eonni. Itu benar kau? Apa kau benar—benar menjadi... pacarnya? Jika itu benar aku masih belum bisa terima biasku diambil orang lain. Ahh oppa kundei jika kau benar-benar suka padanya aku bisa terima jika itu membuat kau bahagia, oppa aku akan selalu mendukungmu. Arasso? Oppa annyong” kataku dengan nada kecewa
                 Keesokan harinya Tae Min oppa membalas pesanku
“Won Gi annyong!! Ohh foto itu sudah sampai Indonesia? Wuuuaaahhh internet benar-benar canggih. Kau tidak perlu khawatir biasmu ini diambil orang lain, di hatiku tetap ada kalian para shawol yang telah mendukungku selama ini. kau harus ingat meskipun kita tidak berada di bawah langit yang sama hari ini, jangan lupa hati ku selalu bersama dengan kalian semua para shawol termasuk kau!  Won Gi kau tahu sekarang aku sering di protes oleh para shawol di Seoul gara-gara foto tersebut, aku mulai lelah di kejar-kejar dan di protes seperti ini. Won Gi bagaimana respons di Indonesia? Sama seperti di sini kah? Ahh ottohkaji? Kau punya ide?”
                Karena e-mail itu baru masuk aku cepat-cepat membalasnya dan berharap oppa membalas saat itu juga.
“Oppa annyong!! Ya foto itu sudah sampai di Indonesia. Para shawol di sini sangat sedih aku bisa merasakannya. Kau diprotes? Wuaahhh ehm aku tidak bisa memberi ide yang bagus. Tetapi bagaimana jika kau mengadakan konferensi pers atau menulis yang mengkonfirmasi bahwa berita ini benar atau tidak di twitter atau dimanapun yang semua orang bisa tahu. Kau bisa pinjam twitter salah satu anggota super junior oppa. Aku tidak bisa membantu banyak karena jika aku membantu banyak mereka semua akan tahu bahwa salah satu dari mereka ada yang dekat dengan kau. Dan bukan hanya kau yang dikejar-kejar aku pun bisa dikejar mereka.” Kataku sambil memakan roti
                  Dan harapanku terkabul dia membalasnya.
“Won Gi jika aku bisa melakukan itu aku akan melakukannya, masalahnya ini tidak bisa. Ini terlalu rumit, aku juga tidak ingin terjebak dalam masalah seperti ini.”
                   Dan aku pun membalasnya
“ahh kau yang salah kenapa kau membuat masalah ini rumit? Kenapa kau membuat foto mesra tersebut. Seharusnya kau menyimpan di filemu dan berikan password agar siapapun benar-benar tidak membukanya. Ahh aku tidak mau terlalu dalam mencampuri masalah ini aku hanya bisa memberi saran jika kau bertemu para shawol alihkan omongan ke yang lain atau katakan kau sedang terburu-buru, jangan menggantungkan kita. Aku benci di gantung seperti ini. Oppa kau benar-benar kejam”
                      Lalu dia membalasnya
“Won Gi kenapa kau marah padaku? Aku juga tidak ingin masalah ini berlarut-larut kau tidak tahu yang sebenarnya, apa yang terjadi, jadi kau tidak boleh marah kepadaku seperti ini. Apa kau tahu apa yang sebenarnya terjadi?”
                     Aku pun dengan cepat membalas 
“tidak aku tidak tahu apa-apa dan tidak ingin mencari tahu. Sudahlah tidak perlu bertengkar seperti ini, anggap hal ini tidak pernah terjadi. Karena kau sedang ol dan aku juga, lebih baik cari topik lain untuk kita bicarakan”
                      Oppa tiba-tiba membalas
“Won Gi janggaman aku di panggil oleh pihak SM untuk membicarakan sesuatu. Janggaman karena besok kau libur dan aku pun juga aku akan menceritakan cerita-cerita lucu sampai larut malam dan kita tutup masalah ini Ok? janggaman, jangan pergi kemana-mana”
                      Setelah itu hampir satu jam dia tidak membalas dan aku pun tertidur di meja. Tidak beberapa lama kemudian dia membalas dengan wajah yang sepertinya banyak masalah. Raut wajahnya saat itu seperti saat aku melihat foto saat dia di bullying di sekolah. Cukup aku tidak ingin membahas masalah itu. Saat itu nada bicaranya sangat pelan dan seperti orang ketakutan.
 “Won Gi-ahh apa kau sudah tidur? apa kau sudah lama menungguku? Apa kau masih menungguku? Won Gi-ahh.... Won Gi-ahh... Won Gi-ahh apa kau akan selalu menungguku? Woon Gi mianhe telah membuatmu marah hari ini. Mianhe jeongmal mianhe aku melakukan ini padamu. Ini akan segera berakhir bukan? Won Gi baiklah sekarang kau ingin bercerita tentang apa? Katakanlah.. sebelum kau marah kembali”
                      Aku sedikit merasa janggal dengan video itu, dia sepertinya ingin menyampaikan sesuatu yang aku tidak mengerti. Baru kali ini aku melihat dia mengatakan yang membuat hatiku benar-benar merasa akan menunggunya kemanapun dia pergi, berapa lama pun, dan kapanpun.
“Oppa wae kudei? Neo appaseo? Kenapa wajahmu? Lebih baik kau tidur sekarang aku tidak perlu mendengar ceritamu, aku tidak ingin. Aku hanya ingin kau tidur. Dan aku akan menuggumu kapan saja kau mau. Kau hanya bilang kepadaku Tidak peduli berapa lama waktunya. Sekarang tidurlah!!”
           Dia membalasnya dan masih dengan ekspresi tadi
“anio nan kuncanayo, malam ini aku ingin menghabiskan cerita denganmu. Kau ingin cerita apa? Katakan!”
           Aku pun dengan cepat membalasnya
“sireo, hajima. Sudah kubilang aku tidak ingin mendengar cerita apa-apa darimu, aku hanya ingin kau sehat. Tidurlah!!”
            Dan dia kembali membalas
“kalau begitu kau saja yang cerita. Sudah kukatakan aku tidak apa-apa, aku ingin mendengarkan ceritamu. Ceritakan padaku cerita lucumu, bagaimana jika menceritakan temanmu Soo Young kau bilang dia sangat konyol ayo ceritakan dia untukku.”
            Lalu aku membalas
“aku tidak ingin menceritakan Soo Young, aku akan menceritakan seekor kura-kura yang memakai helm dan sangat keras kepala bagaimana?”
         Dia membalas dengan ekspresi wajah semangat
“kudei, ceritakan itu saja. Pasti kura-kura itu sangat keren”
Lalu aku menceritakan kepadanya dan dia pun tertawa. Sebenarnya cerita itu tentang dirinya, dan kami saling mengirim video sampai jam 02.00 WIB.
               Keesokan harinya aku dikejutkan oleh Jo Eun, Eun Yoo, dan Sae Joon saat pelajaran TIK di lab komputer
“Won Gi sekarang terbongkar semua rahasia itu” kata Sae Joon
“rahasia? Rahasia apa maksudmu? Aku tidak mengerti.” Kataku dengan sedikit kaku karena aku takut mereka tahu rahasia ku dan taemin oppa
“ya betul jelas semua sekarang” kata Eun Yoo
“ka.. kalian bicara apa? Aku tidak mengerti” kataku
                Lalu Jo Eun mengambil alih mouseku dan membuka internet
“yaa.. kau ini apa-apaan?? aku tahu, mianhe aku menyembunyikannya, aku tidak mau oppa terganggu mianhe” kataku mengaku
“MWO?? Kau bahkan sudah tahu?”tanya Eun Yoo
“ya tentu saja karena...” ucapanku terpotong saat aku melihat komputerku membuka situs pecinta Shinee dan di sana ada foto ciuman taemin oppa dan suzy eonni.
“ige mwoya?” tanyaku lemas
“katamu kau sudah tahu, kenapa kau terkejut seperti itu?” tanya Sae Joon
“ohh kudei, nan.. nan.. sudah tahu akan seperti ini” kataku dengan gagap aku menahan air mataku yang akan terjatuh
“ohh kau sudah baca ceritanya? Di sana di ceritakan bahwa mereka berpacaran sungguhan. Dan mereka date di kantor SM agar tidak ketahuan. Aaahhh ini benar-benar keterlaluan” kata Eun Yoo kesal
“ya ini keterlaluan” kataku dengan nada datar
“ini sama seperti foto donghae oppa dan jessica eonni, pasti kau sekarang merasakan yang aku rasakan saat itu bukan?” tanya Jo Eun
“aku akan ke toilet sebentar” kataku dengan nada datar kembali. Saat itu nyawaku seperti terbang entah kemana, aku tidak tahu apa yang ada di sekitarku, dan aku merasakan jiwaku tidak menyatu dengan tubuhku.
“Won Gi, kuncanayo?” tanya Sae Joon saat aku sedang berjalan menuju toilet.
“ohh kuncanayo” jawabku
“kundei kaki dan tanganmu terlihat seperti gemetar” kata Sae Joon
“ohh igot? Ini.. ini.. ini.. aku hanya sedang kedinginan ruangan ini dingin sekali bukan?” kataku
“ohh kau benar. Di sini memang dingin” kata Jo Eun
          Saat di toilet aku mengunci pintu toilet. Dan aku melihat ke kaca. Di kaca aku melihat air mataku mulai turun . aku mencoba untuk menghentikannya, tetapi aku tidak bisa. Semakin aku mencoba untuk berhenti semakin deras air mataku mengalir. Bahkan aku mulai merasa hatiku sesak karena aku menahan menangis. Hingga akhirnya aku mulai mengeluarkan suara tangisanku. Itu benar-benar sakit, sungguh sakit. Hingga akhirnya ada seseorang mengetuk pintu toilet. Aku mencoba untuk berhenti menangis. Tetapi itu sungguh sakit, aku menutup mulutku dan mencoba berhenti walaupun itu sangat sakit. Dan ternyata yang datang adalah Soo Young
“neo wae kudei?” tanyanya heran
“SOO YOUNG” aku lalu memeluknya sangat erat dan bahkan suara tangisanku lebih keras dari sebelumnya.
“ya.. wae kudei?” tanyanya kembali. Aku masih tidak bisa berhenti menangis. Hingga akhirnya setengah jam kemudian aku mulai berhenti menangis. Soo Young menemaniku saat itu. Sungguh dia adalah salah satu teman terbaikku. Dan akhirnya aku mulai menjelaskan kepadanya
“nan.. molla. Hatiku terasa sangat sakit, terasa sangat sesak. Sangat sakit, benar-benar sakit kau tahu?” kataku
“karena Taemin oppa?” tanyanya
“ya kau benar, bagaimana kau bisa tahu?” tanyaku
“hanya dia yang membuat kau bertingkah aneh haha” katanya
“ya benar, aku melihat fotonya dengan cewek lain dan tidak tahu kenapa aku benar-benar merasa mendapatkan luka di hatiku. Luka yang sangat perih, benar-benar perih” kataku
“kau benar, sekarang aku percaya bahwa kau benar-benar mencintainya bukan hanya sekedar suka” kata Soo Young
“tapi ini bukan hakku, itu haknya karena aku bukan siapa-siapanya” kataku
“kau menyerah sekarang?” tanya Soo Young
“aku tidak ingin menyerah, tetapi mungkin aku harus benar-benar menyerah karena apapun tidak akan menyatukan kami. Karena kami seperti ada di dunia berbeda dan tidak ada pagar untuk ku memasuki dunianya.” Kataku dan air mataku kembali mengalir
“dunia berbeda? Tidak ada dunia Kim Won Gi, tidak ada dunia Lee Taemin, dan tidak ada duniaku. Kita semua ada di dalam dunia yang sama. Satu dunia. Jika benar dunia itu benar-benar ada, kenapa kau tidak memberitahunya untuk membuka pagarnya dan masuk ke dalam duniamu, bukankah duniamu terdapat pagar?” nasihat Soo Young
“Soo Young gomawo,itu membuatku sedikit tenang sekarang. Jeongmal Gomawo” kataku
“hey sebenarnya aku ke sini untuk buang air kecil, aku sudah tidak tahan dari tadi.” Kata Soo Young
“MWO? KAU TIDAK DATANG KARENA UNTUK MENGHIBURKU? AHH KAU INI CEPAT SANA PERGI BUANG AIR KECIL” tanyaku
“tentu aku tidak berniat menghiburmu, aku saja tidak tahu kau ada di sini” katanya
“sudahlah cepat kembali ke kelas. Bukankah kau ada pelajaran sekarang?” pintanya
“ne arasso, Soo Young jeongmal gomawo” kataku dengan tersenyum

Our love diary part 3

“apa itu suara pesawat oppa? Oppa... oppa... mianhe aku tidak bisa melihat, mianhe” kataku dalam hati

                Seminggu kemudian aku menunggu acara KIFF Shinee yang ditayangkan di TV nasional. Aku menunggu dari jam 19.00 WIB karena aku mendapatkan info acara itu mulai jam 19.00 WIB tetapi ternyata acara itu mulai jam 20.00  WIB. Ketika acara itu dimulai aku menontonnya dengan sangat antusias, acara itu benar-benar bagus hingga akhirnya acara itu ditutup dengan penampilan Shinee. Air mataku kembali mengalir, tetapi hari itu bukan air mata kesedihan melainkan air mata kebahagiaan dapat melihat mereka walaupun hanya di TV. Selesai acara tersebut aku masuk ke dalam kamar dan membuat video untuk Taemin oppa kembali.
“oppa annyong!! Oppa aku baru saja menontonmu di acara TV nasional di negaraku. Oppa penampilanmu dan oppa yang lainnya sangat bagus, terima kasih sudah memberikan penampilan yang bagus untuk kami para shawol di Indonesia, oppa jeongmal gamsahamnida. Oppa annyong!!”
              Beberapa minggu kemudian aku sangat kaget oleh berita yang beredar di situs jaringan sosial bahwa Jonghyun oppa berpacaran dengan Shin Sae Kyung eonni.
“wuaaahhh jeongmal? Shin Sae Kyung? Sepertinya aku pernah mendengar nama itu” kataku sambil membuka google dan mencari tahu siapa Shin Sae Kyung
“MWO? THE GREAT QUEEN OF SEON DEOK? JADI DIA YANG MAIN ITU? DIA YANG MENJADI PRINCESS CHEON MYEONG KECIL? WUAAHH CANTIKNYA” kataku dengan nada kaget setelah menemukan biodata Shin Sae Kyung
“wuaaahhh Jonghyun oppa sangat beruntung mendapatkan dia” kataku memuji Shin Sae Kyung. Setelah itu aku kembali membuka account twitterku.
“MWO? IGE BOYA? SULLI EONNI DENGAN TAEMIN OPPA?” aku kaget setelah membaca tweets salah satu group fans shinee.
“andwe!! Sulli eonni biasku. Bagaimana mungkin dia mengkhianatiku?” kataku kesal. Dan tidak berapa lama kemudian aku melihat kabar bahwa suzy eonni menyukai taemin oppa.
“apalagi ini? Suzy eonni? Ahh kenapa sainganku bertambah banyak? Emma watson, Yoona, Sulli eonni, dan sekarang Suzy eonni? Ahh sireo” kataku kesal. Kekesalanku semakin bertambah ketika melihat foto taemin oppa dan suzy eonni yang begitu dekat. Karena aku takut hatiku akan tambah kesal aku memutuskan untuk menutup laptopku dan tidur dengan perasaan kesal.
                Nilai mid ku mendapatkan nilai yang tidak begitu bagus, begitu pula try out-ku. Pada saat itu aku berjanji untuk tidak bermain internet lagi kecuali hanya mengirim video-ku kepada taemin oppa. Dan 3 bulan kemudian aku mempunyai tugas dari guruku, dan tugas itu di kirim lewat e-mail. Saat aku buka aku sangat kaget karena aku mempunyai banyak inbox dari beberapa group yang memposting banyak info tentang korea.
“ahhh banyak sekali inbox-ku, ini karena aku sudah cukup lama tidak aktif di dunia maya. Kundei Su Wa sonsaengnim mengirim dengan judul apa? Aku lupa. Ahh lebih baik aku tanya yang lain sekarang.” Kataku dan langsung mengambil hp-ku.
“yeoboseo Jo Eun. Kau tahu apa judul tugas yang diberikan Su Wa sonsaengnim?” tanyaku pada Jo Eun lewat hp
“kau bertanya kepadaku? Kau ini!! aku mana tahu, aku tidur di kelas tadi. Kau ini bagaimana kau duduk di sampingku tetapi tidak tahu apa yang aku lakukan. Aku tidak mencatatnya. Kau ingin mengerjakan? Aku saja tidak ada niat mengerjakan tugas, sudahlah tidak usah mengerjakan” hasut Jo Eun
“ashh kau ini, sudahlah percuma meneleponmu. Daa” kataku menutup telepon
“ahh lebih baik aku menelepon jessica sekarang” gerutuku
“yeoboseo, jessica ini aku. Aku ingin bertanya apa judul tugas yang dikirim Su Wa sonsaengnim?” tanyaku
“topologi jaringan Won Gi” jawab jessica
“ohh topologi? Gomawo jessica” kataku dan langsung mencari inbox yang dimulai dengan huruf ‘T’ dan di sana aku menemukan banyak inbox yang di awali huruf ‘T’
“taemin fact, taemin oppa, ohh ini dia topologi jaringan” kataku menyebutkan judul-judul inbox.
“taemin oppa? Bukankah itu judul video-video yang aku kirimkan untuk taemin oppa? Kenapa ada di inbox ini? Dan belum dibaca?” tanyaku heran
“apa ini dari group? Ahh lebih baik aku membukanya agar satu inbox-ku berkurang” kataku
            Inbox itu berisi video. Dan saat aku membuka video tersebut betapa kagetnya aku bahwa video itu adalah video balasan dari taemin oppa.
“ohh apa ini sudah mulai? Aku rasa sudah. Annyonghaseo Won Gi aku telah melihat video-videomu walaupun tidak semua, aku minta maaf. Aku sangat terkejut kau mengirim video-videomu kepadaku. Sebelumnya belum ada shawol yang mengirim ini kepadaku. Bagaimana kau bisa dapat ide ini? Ini sangat menakjubkan. Ohh ya aku minta maaf aku telat membalas video ini. Mianhe jeongmal mianhe. Won Gi aku juga turut sedih kau tidak bisa menonton penampilanku secara langsung saat aku datang ke negerimu, tetapi tidak apa-apa Won Gi kau telah menonton di TV dan semoga video ini membantumu mengurangi kesedihan. Ohh ya kau juga mengatakan kau akan melewati mid dan try out? Bagaimana hasilnya? Aku yakin kurang bagus hahaha aku hanya bercanda. Aku berharap kau mendapat nilai bagus. Aku tahu perasaanmu saat menghadapi ujian tersebut, aku tahu karena aku sering menghadapi di sekolah. Ohh ya Won Gi bagaimana kau mendapat alamat e-mailku? Won Gi apa kau ingin membuat janji denganku? Kau harus janji tidak menyebarkan alamat emailku kepada orang lain. Kau mau? Jika kau menepati janji aku akan berikan hadiah kepadamu. Ehm apa ya? Bagaimana jika salammu akan aku sampaikan kepada hyung-hyungku di Shinee? Bagaimana? Kau mau? Won Gi sering-seringlah mengirim video kepadaku. Aku sangat senang dan aku ingin mengucapkan sangat terima kasih kepadamu untuk segalanya. Dan sangat maaf jika bahasa inggrisku tidak terlalu bagus karena aku harus mencari di kamus dan menghafalkannya. Won Gi sampai sini saja ya! Jika kau ada waktu kirimlah video-videomu lagi dan ceritakan padaku yang ingin kau ceritakan!! Won Gi jaga dirimu baik-baik, annyong”
                Saat itu tanganku benar-benar dingin dan kakiku gemetar semua badanku kaku dan bibirku terasa sangat berat untuk digerakkan aku hanya bisa terdiam melihat itu. Hingga akhirnya air mataku mengalir, tanganku terasa berat untuk menghapus air mataku itu. Dan bibirku akhirnya bisa sedikit digerakkan.
“ini.. ini.. nyata? Apa ini mimpi? Oppa membalasnya setelah 3 bulan aku menunggu. Akhirnya... tidak mungkin, ini pasti  mimpi. Aku berharap tidak segera bangun dari mimpi ini, sanggat berharap.” Kataku dengan terbata-bata. Hingga akhirnya ada telepon berdering untukku. Tanganku masih gemetar dan tanganku masih terasa kaku. Tapi aku berusaha keras untuk mengangkat. Dan ternyata itu Sae Joon.
“yeob.. seo” kataku dengan nada terbata-bata
“Won Gi kenapa kau lama sekali mengangkatnya?” tanya Sae Joon dengan nada kesal
“mi.. mianhe jeongmal mianhe” kataku dengan nada terbata-bata
“Won Gi wae kudei? Kau sakit?” tanya Sae Joon dengan nada khawatir
“sakit? Aku.. tidak sakit. Ya benar aku tidak sakit” kataku
“Won Gi aku ingin bertanya apa kau tahu apa judul tugas yang dikirim Su Wa sonsaengnim?” tanya Sae Joon
“T, diawali huruf T. Taemin oppa atau topologi jaringan” jawabku masih dengan nada orang kesambet setan
“pasti topologi, Won Gi kau sepertinya sakit, istirahatlah. Ya sudah terima kasih ya aku akan menutup telepon.” Kata Sae Joon
“SAE JOON JANGGAMAN” teriakku
“kenapa kau berteriak?” tanya Sae Joon dengan nada kesal
“Sae Joon apa kita sedang di alam mimpi?” tanyaku
“kau bertanya seperti orang gila, ya benar kita sedang di alam mimpi. Dan sekarang aku sedang bermimpi meneleponmu menanyakan judul tugas, kau puas? Sudahlah cepat istirahat” kata Sae Joon dengan nada kesal
“benarkah? Ya mungkin ini benar-benar hanya mimpi, ini tidak benar-benar terjadi dan tidak mungkin terjadi” kataku sambil menangis
“Won Gi wae kudei? Kau menangis?” tanya Sae Joon khawatir
“anio, Sae Joon jaga dirimu baik-baik” kataku menutup telepon.
                 Keesokan harinya aku ke sekolah dengan sangat gembira. Saat aku datang Yoona, Jo Eun, Eun Yoo belum datang bahkan Soo Young belum datang ke kelasku. Lalu aku melihat Sae Joon sedang mendengarkan musik sambil tidur di tempat duduknya.
“Sae Joon annyong!!” sapaku
“annyong!!” jawab Sae Joon dengan nada mengantuk.
“WON GI-AAH!! NEO WAE KUDEI? KUNCANAYO?” tanya Sae Joon yang tiba-tiba bangun
“kuncanayo? Seharusnya aku yang bertanya padamu wae kudei? Kuncanayo?” jawabku dan berbalik bertanya
“kenapa kau berbalik bertanya? kemarin saat aku telepon kau sangat aneh. Apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Sae Joon khawatir
“telepon? Kau meneleponku? Kapan?” tanyaku
“ahh kau benar-benar sakit? Kemarin aku meneleponmu menanyakan judul tugas, tetapi kau mengatakan hal-hal aneh. Kau tidak ingat?” jelas Sae Joon
“kemarin?” tanyaku mengingat-ingat dan teringat.
“ahh itu nyata? Kau benar-benar meneleponku?” tanyaku pada Sae Joon
“tentu” jawab Sae Joon
“Sae Joon cubit aku!” pintaku kepada Sae Joon. Dan Sae Joon benar-benar mencubitku dengan keras
“aaahhh sakit.” Teriakku
“kau yang menyuruhku mencubit ada apa sebenarnya?” tanya Sae Joon
“SAE JOON KEMARIN AKU MENERIMA...” kataku langsung terhenti karena teringat pesan temin oppa (“Kau harus janji tidak menyebarkan alamat emailku kepada orang lain. Kau mau?”)
“menerima apa?” tanya Sae Joon membuyarkan ingatanku
“menerima... menerima... menerima..” kataku sambil berfikr
“menerima mimpiku” kata Soo Young yang tiba-tiba datang dan tidak sengaja menyelamatkan aku
“yaa benar itu dia, menerima mimpimu hahaha itu benar” kataku berbohong
“kau bermimpi tentang Soo Young sampai seperti itu?” tanya Sae Joon
“ya, itu.. itu karena aku bermimpi aku dan Soo Young terpisah karena aku harus bertemu taemin oppa hahaha mimpi yang konyol” kataku berbohong kembali
              Saat itu aku langsung berlari ke lab komputer untuk memastikan video itu benar. Saat di tangga aku bertemu Eun Yoo dan Jo Eun yang baru tiba di sekolah.
“Won Gi odiga? Kenapa terburu-buru?” teriak Jo Eun
“hey semua annyong!!” jawabku dengan menyapanya
“apa kau menyapanya?” tanya Eun Yoo
“anio” jawab Jo Eun
“lalu kenapa dia menjawab annyong?” kata Eun Yoo heran
“molla” kata Jo Eun
               Sampai di lab, aku membuka e-mailku dan betapa terkejutnya aku bahwa itu benar-benar nyata. Aku hampir tidak bisa membendung air mataku. Tiba-tiba bel masuk berbunyi dan Su Wa sonsaengnim menyuruh siswa yang ada di lab kembali ke kelas masing-masing.
“ayo semua kembali ke kelas” pinta Su Wa sonsaengnim
“ne, arasso sonsaengnim.” Kata siswa lain serempak. Saat aku akan keluar dari lab aku menghampiri Su Wa sonsaengnim
“sonsaengnim.. gamsahamnida. Jeongmal gamsahamnida” kataku
“untuk apa?” tanya Su Wa sonsaengnim
“untuk tugas topologi yang kau berikan, aku janji aku akan mengerjakan dengan maksimal, sekali lagi gamsahamnida. Sonsaengnim sekarang aku harus kembali ke kelas annyonghasimnikka” kataku pamit
“anak itu wae kudei? Anak lain protes karena aku berikan tugas itu, tetapi dia? Berterima kasih? Ahh bukankah itu bagus? Semoga semangatnya akan bertambah” kata Su Wa sonsaengnim